Sudah sadar belum kalau negara ini Kaya akan biofuel. Mau tau coba tengok dari sumber jagung, ketela, sawit, jarak sampai sagu merupakan potensi energi dunia. Kondisi dunia yang tengah mengalami kecemasan akan energi fosil menyebabkan harga minyak sempat menyentuh 100 dollar per barrel.
Seharunya negara kita sudah harus mempersiapkan industri untuk menangkap peluang biofuel di masa mendatang baik untuk kepentingan perdagangan dunia maupun untuk kebutuhan energi alternatif.
Coba liat sagu yang tumbuh subur di hutan-hutan merupakan sumber energi yyang bisa merubah wajah petani kita. Penikmat sagu saat ini tak lagi banyak karena sudah berpindah ke beras. Makanya sagu merupakan satu pilihan yang tepat guna meningkatkan produksi biofuel kita.
Lain lagi dengan jarak. Tanaman perdu ini sangat potensial untuk menjadi salah satu ekspor besar kita dengan menciptakan sumber energi baru. Bahkan penelitian-penelitan menggunakan minyak jarak sudah pula berjalan. Jarak lebih bagus lagi kerana tidak dikonsumsi oleh manusia.
Lain halnya dengan jagung, ketela yang masih harus bersiang dengan konsumsi manusia. Namun bukan hal yang mustahil kalau produksi jagung dan ketela kita melimpah maka keduanya bisa menjadi energi alternatif yang sangat menjanjikan.
Industri biofuel nantinya harus diiringi dengan indtsri peternakan karena bungkil baik sagu, jarak, ketela maupun jagung akan bisa menjadi sumber pakan bagi peternakan baik ternak runminansia maupun unggas.
Lantas kapan pemerintah memulainya sementara negara-negara produsen jagung telah memulai. Ini ditandai dengan harga jagung dunia yang terus merangsek.
Jumat, 04 Januari 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar