Kenaikan harga pakan yang telah mencapai angka Rp 4000an membuat banyak peternak mandiri kesulitan keuangan. Hal ini dikarenakan harga ayam tak lebih dari Rp 7000an sehingga praktis peternak mandiri hanya mengantongi kerugian. Daya beli masyarakat kita yang masih rendah membuat harga ayam baik hidup maupun karkas menjadi tak mampu naik.
Situasi ini akan merubah wajah perunggasan Indonesia. Harga pakan diyakini akan sulit untuk kembali ke harga tahun 2007 yakni berkisar Rp 3000an. Untuk itulah kondisi ini akan menggeser peternak yang ada.
Dalam kurun 5 tahun kedepan saya meyakini bahwa kemitraan akan mendominasi peternakan unggas kedepan. Hal ini berkiatan dengan efisiensi karena perusahaan kemitraan yang besar dimiliki oleh perusahaan integrator yakni Charoen Pokphand, Japfa Comfeed, Wonokoyo, Sierad dan Cheil Jeddang.
Perusahaan peternakan yang terintegrasi secara vertikal akan terus mengefisienkan industrinya untuk mendorong peternakan komersialnya tumbuh. Kenapa seperti itu? Karena dengan komerisal farm telah dipegang maka industri hilir yang menjanjikan keuntungan besar akan menjadi semakin didorong maju.
Kita lihat betapa Japfa Comfeed mampu mendorong maju industri pengolahannya dengan merk So Good menjadi brand yang dikenal akrab oleh anak-anak. Investasinya memang tidak sedikit namun Japfa mampu meyakinkan pasar bahwa produknya menjadi pilihan.
Saat ini perusahaan integrasi yang turun di sektor hilir atau pengolahan hanya 3 perusahaan yakni Charoen Pokphand, Japfa Comfeed dan Sierad. Saat ini Japfa Comfeed yang paling serius melihat peluang ini sehingga iklannya terus gencar di berbagai media baik visual maupun cetak.
Secara industri ini baik karena akan memberi pelajaran bagi konsumen untuk mengkonsumsi produk olahan yang terkemas rapi. Berbeda dengan saat ini yang penjualan karkas dipasar masih mendominasi penggunaan ayam bagi konsumsi masyarakat.
Kamis, 31 Januari 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar