Rabu, 23 Januari 2008

Koperasi Pertaninan Yang Sebenarnya

Saat ini orang menganggap koperasi telah mati bersama meredupnya keberdayaan pertanian di Indonesia. Menurut saya hanya karena kesalahan konsep yang dilakukan oleh orde baru maka kita menganggap koperasi telah gagal menyokong pembangunan pertanian.

Padahal kalau kita kaji lebih dalam harusnya koperasi didisain untuk menyokong semua kebutuhan petani. Mulai dari sarana produksi hingga pasca panen dan bahkan penjualannya. Petani harusnya hanya disibukkan oleh urusan bagaimana menghasilkan panen yang maksimal lainnya urusan koperasi.

Koperasi didirikan untuk menyokong petani kita yang masih rendah daya tawarnya. Idenya adalah menciptakan koperasi seperti konsep plasma inti. Tapi bukan sekadar menyediakan tapi juga mensupport segala kebutuhan produksi hingga petani mampu menghasilkan produknya yang kualitas dan kuantitasnya bagus.

Koperasi menyediakan kredit lunak bagi petani yang biasanya memang tak punya modal. Misal Koperasi yang membawahi petani padi ya menyediakan segala keperluan petani mulai dari bibit, pupuk, peralatan teknis dan penyuluhan teknis.

Modal tersebut akan dikembalikan oleh petani dengan panen. Selanjutnya Koperasi harus mempunyai mesin-mesin pasca panen yang sulit bagi petani memenuhinya karena harganya yang tidak murah. Selain itu koperasi juga harus mempunyai pergudangan yang baik dan mampu menyimpan panen petani untuk dijual pada waktu harga yang baik.

Suport ini memang awalnya harus pemerintah yang mengendalikan sampai koperasi mampu dipercaya oleh petani menjadi pilihan bagi mata penghasilannya.

Koperasi yang dibentuk tak usah pake induk-induk seperti puskud atau inkud sebab dua lembaga ini justru menjadi sarana inefisiensi bagi mesin produksi ini.

Koperasi langsung bermitra dengan para pedagang pasar atau pengepul. Sukur kalau koperasi mempunyai toko distribusi sendiri di pasar-pasar besar akan memberi lebih banyak keuntungan bagi petani.

Anda bisa membayangkan bila salah satu suplier supermarket besar seperti Giant, Hero, Matahari, Carrefour, Indomaret dll adalah koperasi-koperasi hasil konsep saya diatas.

Hanya saja konsep ini akans emakin cepat bila masalah korupsi dapat ditekan seminimal mungkin.

Tidak ada komentar: