Hari ini tgl 10 Agustus 2007 rasanya pengen meledak aja melihat apa yang terjadi di negara ini. Kendati berganti sekian presiden tapi yang namanya pertanian tetap aja menjadi anak tiri dinegara ini. Blog ini sengaja dibuat untuk memeberikan apresiasi bagi mereka yang beratahan ditengah negara yang tak lagi peduli dengan pertaniannya.
Pertanian yang saya maksudkan adalah luas bagi hortkultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Pembaca bisa lihat sendiri apa yang terjadi di pertanian kita. Semuanya berjalan seolah tanpa bantuan dan tangan dingin pemerintah.
Walaupun pemerintah sudah membuat revitalisasi bidang pertanian namun efeknya belum terasa. Misalnya saja perbankan yang seharusnya mampu mendukung pertanian tapi ternyata tetap saja sulit mendapatkan krediti dengan bunga rendah. Sampai detik ini belum ada satupun niat dari pemerintah untuk menciptakan bank pertanian atau dikenal dengan agrobank. UU Perbankan kita seperti tak mengakomodir tentang pertanian.
Padahal dengan UU Bank Pertanian petani kita mampu meminjam kredit tanpa agunan tapi cukup menjaminkan panennya. Selain itu tentu bunga banknya harus rendah. Kenapa seperti itu karena pertanian merupakan pondasi bangsa ini karena pertanian mampu mengangkat sosial masyarakat. Namun sayangnya sampai saat ini belum ada yang mengingatkan tentang hal tersebut.
Selain itu sistem di pertanian kita terbalik-balik. Betapa tidak kalau ternyata petani kita tak punya nilai tawar sama sekali. Di bidang padi tempat penyimpanan justru dikuasai oleh Bulog yang penuh srang penyamun. Anda bisa bayangkan uang yang dikeruk oleh setiap kelapa bulog kalau dikumpulkan mampu memberi modal koperasi petani untuk membuat sendiri tempat penyimpanan dan pemrosesannya.
Harusnya Bulog diserahkan kepada petani karena petani yang paling berhak. Namun ternyata dengan berbagai alasan bulog justru menjadi tangan kanan pedagang dan bukan petani. Akibatnya petani kita selalu pada posisi yang kalah dan miskin.
Jagung misalnya juga demikian, petani jagung kita tak punya tempat buat menyimpan jagungnya tapi justru pabrik pakan ternak yang punya. Akbatnya ketika musim panen tiba petani kita tak punya posisi tawar dan mendapat harga yang rendah karena sedang melimpah.
Harusnya petani jagung kita disatukan oleh koperasi dan pemerintah memberi modal investasi bagi koperasi untuk mempunyai prosesing dan gundang penyimpanan yang modern sehingga ketika panen tiba petani tak perlu panik karena koperasi dapat menampungnya dan koperasi dapat mengatur penjualan ke pabrik pakan dengan harga yang menguntungkan
Sedikit lebih baik adalah peternakan ayam ras yang telah mempunyai mekanisme yang baik walaupun masih ada kekurangannya. Namun industri peternakan ayam sudah berkembang. Peternak ayam ras mampu mendapat modal kerja yang mencukupi. Kendati tidak berasal langsung dari bank namun perusahaan besar mampu memberikan modal kerja berupa bibit pakan dan obat.
Masih banyak kebobrokan yang terjadi didunia pertanian kita dan sampai saat ini belum ada perubahan yang berarti.
Kamis, 09 Agustus 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar